Sukoharjo – RS Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta melalui Komite Keperawatan dan Tenaga Kesehatan Lain menyelenggarakan Webinar Nasional Sharing Knowledge Session 09 Tahun 2026 dengan tema โManajemen PGA Efektif: Strategi, Implementasi, dan Evaluasi Berkelanjutan didukung Pencegahan Transmisi Infeksi oleh PPI.โ
Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting, pada Senin, 29 September 2026 ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kompetensi tenaga kesehatan dalam mendukung mutu pelayanan dan keselamatan pasien. Webinar diikuti oleh tenaga kesehatan dari berbagai profesi dengan target peserta sebanyak 300 orang.
Tema webinar diangkat dari pentingnya pengendalian resistensi antimikroba (AMR) dan Healthcare-Associated Infections (HAIs) yang menjadi tantangan dalam pelayanan kesehatan. Pengendalian resistensi antimikroba membutuhkan pendekatan yang terpadu melalui kolaborasi antara Program Pengendalian Resistensi Antimikroba (PPRA), Penatagunaan Antimikroba (PGA), dan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI).
Dalam webinar ini, peserta mendapatkan pembekalan mengenai kebijakan dan implementasi PGA dalam PPRA di rumah sakit, termasuk penerapan praotorisasi peresepan antibiotik. Materi berikutnya membahas monitoring dan evaluasi PGA, antara lain monitoring kepatuhan praotorisasi, monitoring prospektif, analisis penggunaan antibiotik, serta pelaporan PPRA secara daring.
Selain itu, peserta mendapatkan materi mengenai teknik sampling, handling sample, dan antibiogram, serta mitigasi transmisi infeksi sebagai pilar pendukung PGA oleh PPI. Materi tersebut menekankan pentingnya sinergi antara PPRA dan PPI dalam mencegah transmisi bakteri patogen selama pasien mendapatkan pelayanan di rumah sakit.
Webinar menghadirkan narasumber dari berbagai bidang keilmuan, yaitu dr. Niluh Tantri Fitriyanti, Sp.PD, Subsp.K.Ger, FINASIM; Dewi Septiyaningrum, M.Farm.Klin., Apt; dr. Betty Suryawati, M.Biomed.Sc., Ph.D., Sp.MK; serta Sasmito, S.Kep., Ners. Kegiatan juga didukung oleh tim penyelenggara dari RSO Soeharso Surakarta.
Melalui kegiatan ini, RSO Soeharso Surakarta mendorong peningkatan pemahaman dan kompetensi tenaga kesehatan dalam menerapkan kolaborasi interprofesi, penggunaan antimikroba secara bijak, serta penerapan prinsip pencegahan dan pengendalian infeksi sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu dan keselamatan pasien.
RSO Soeharso Surakarta berkomitmen untuk terus mengembangkan budaya pembelajaran dan kolaborasi lintas profesi guna mendukung pelayanan kesehatan yang bermutu, aman, dan berkelanjutan.
[Humas – RSO]