Aceh [19 Des. 2025 – 02 Jan. 2026] – Direktorat Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan kembali menungaskan Tenaga Medis & Tenaga Kesehatan Periode 1 Tahun 2025 penanganan bencana yang terjadi di Sumatera. Langkah strategis Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dan Direktorat Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan, diambil guna memperkuat layanan kesehatan dasar dan rujukan di tiga provinsi paling terdampak, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Pada Periode 1 ini menerjunkan sebanyak 600 tenaga medis, yang terdiri dari dokter spesialis, dokter umum, perawat, Psikolog Klinis, sanitarian dan promkes akan dikerahkan ke titik-titik bencana. Penugasan ini bertujuan untuk memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan akses layanan kesehatan yang memadai, terutama setelah terjadinya bencana hidrometeorologi berupa banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut pada akhir November hingga Desember 2025.
Relawan tenaga medis dan tenaga kesehatan yang akan bertugas paling lama 14 hari kalender terhitung sejak tanggal 19 Desember 2025 sampai dengan 2 januari 2025 yang berkoordinasi dengan Tim Health Emergency Operational Center (HEOC), dan bertanggung jawab kepada Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan, Kementerian Kesehatan. Relawan RSO Soeharso, Agus Haryatmo, S.Psi, Psikolog yang di tugaskan di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh ditempatkan di Puskesmas Bandar Dua, menyampaikan dalam wilayah kerja PKM bandar dua ada 3 desa yang terdampak cukup parah yaitu desa Alue Ketapang, Blang dalam dan gampong baru. Tim kami memberikan pelayanan secara lengkap yaitu kesehatan fisik yang dilakukan oleh dr. Happy Bersama tim perawat dan apoteker, sedangkan Kesehatan mental oleh Agus Haryatmo, SPsi, Psikolog untuk kasus dewasa dan Rizqa Ananda Mahrani Parisi,MPsi, Psikolog bertugas trauma healing dan konseling anak dan remaja, selain itu kami juga melakukan skrining Kesehatan mental kepada Masyarakat, sedanhkan relawan dari sanitasi dan promkes bertanggungjawab untuk Kesehatan lingkungan yang berkeliling dari rumah kerumah meneliti dan memberikan masukan berkaitan bagaimana tetap bisa hidup sehat dalam kondisi yang terbatas pasca banjir.
Dan penyakit-penyakit fisik yang ditemukan hamper diseluruh area pengungsian atau daerah yang terdampak diantaranya : ISPA, Tinea Pedis, Dyspepsia serta keluhan nyeri pada kaki, sedangkan pada masalah mental ditemukan kasus cemas mulai dari berat hingga ringan, beberapa kasus panik attack yang berhubungan dengan banjir misalnya ketika hujan deras, Guntur dan suara gemuruh lainnya, untuk menangani dilakukan konseling dan diajrakan pada mereka beberapa tehnik psikoterapi untuk mengurangi kecemasan dan serta menyembuhkan trauma yang dialami. Untuk anak-anak dilakukan trauma healing dengan art therapi meiputi mewarnai, origami dan bekerjasama dengan promkes diajarkan temtang cuci tangan dengan lagu dan Gerakan sehingga lebih mudah dipahami oleh anak-anak.
Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut kami mendapat dukungan penuh dari puskesmas Bandar dua pimpinan dr Arrahmani dengan disediakan transportasi dan petugas yang mendampingi selama bertugas di desa yang terdampak yang terdiri dari bidan desa, petugas sanitarian maupun kader desa setempat.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi resmi melalui kanal Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes guna mendapatkan pembaruan terkini mengenai situasi kesehatan di wilayah terdampak bencana.
[Humas RSO]
Web Keslan: https://keslan.kemkes.go.id/read/3295/rso-soeharso-ikut-tim-health-emergency-operational-center
