Home
Jangan Biarkan Sendi Terdiam Terlalu Lama
Wednesday, 08 April 2015 23:43
PDF Print E-mail

dr. Tangkas Sibarani, Sp.OT(K)

RS. Ortopedi Soeharso Surakarta,

 

Tulang sendi merupakan salah satu motor penggerak tulang-tulang tubuh paling penting. Jika sedikit ada masalah pada sendi-sendi di tubuh kita, tak pelak pasti merasa mobilitas terganggu. Kejadian tersebut seperti yang dialami Taufiq (26). Ia merasakan tulang punggungnya terasa kaku karena kebanyakan tiduran. Itu berarti sendi-sendi di tulang belakangnya mengalami kekakuan karena lama tidak digerakkan. Pasalnya, fungsi utama dari sendi adalah untuk bergerak. Maka jika tidak digerakkan dalam beberapa waktu, tentunya secara otomatis sendi menjadi sedikit kaku. Hal yang sama dialami Waluyo (50), di mana lututnya mulai sulit dan sedikit terasa nyeri jika berjalan, setelah beberapa saat tidak beraktivitas. Kasus yang terjadi pada Waluyo mungkin saja terjadi karena sendi pada lututnya mengalami degenerasi.

 
Deteksi Dini Kelainan Kaki Pengkor
Wednesday, 08 April 2015 23:21
PDF Print E-mail

Deteksi Dini Kelainan Kaki Pengkor

 

RS ORTOPEDI SOEHARSO SURAKARTA,

 


KELAINAN  bawaan sejak lahir memang tidak bisa dihindari. Namun begitu dengan penanganan serius sedini mungkin bukan tidak mungkin kesembuhan bisa didapat. Salah satu kelainan yang sering dialami bayi baru lahir adalah Congenital Talipes Equino Varus (CTEV) atau kaki pengkor.

 

dr. Anung B Satriadi, Sp.OT(K)

Kasus kelainan yang satu ini tergolong cukup besar. “Tiap pekan kami tangani sekitar 10 kasus,” ujar Anung Budi Satriadi dr.SpOT (K), dokter Rumah Sakit Ortopedi Prof Dr Soeharso.

 

Meski begitu orangtua yang menemukan kasus ini jangan langsung panik. Pasalnya, secepat mungkin mendapatkan penanganan maka kaki bayi bisa kembali normal. Penyakit bawaan ini relatif mudah dideteksi hanya dengan mata telanjang. Pasalnya, secara visual, bayi yang mengalami kelainan ini pergelangan kakinya mengalami rotasi. Kelainan ini sering juga dikenal dengan istilah kaki “O”. Tingkat keparahan kelainan ini juga bervariasi.

 

KELAINAN  bawaan sejak lahir memang tidak bisa dihindari. Namun begitu dengan penanganan serius sedini mungkin bukan tidak mungkin kesembuhan bisa didapat. Salah satu kelainan yang sering dialami bayi baru lahir adalah Congenital Talipes Equino Varus (CTEV) atau kaki pengkor.

 

Kasus kelainan yang satu ini tergolong cukup besar. “Tiap pekan kami tangani sekitar 10 kasus,” ujar Anung Budi Satriadi dr.SpOT (K), dokter Rumah Sakit Ortopedi Prof Dr Soeharso.

 

Meski begitu orangtua yang menemukan kasus ini jangan langsung panik. Pasalnya, secepat mungkin mendapatkan penanganan maka kaki bayi bisa kembali normal. Penyakit bawaan ini relatif mudah dideteksi hanya dengan mata telanjang. Pasalnya, secara visual, bayi yang mengalami kelainan ini pergelangan kakinya mengalami rotasi. Kelainan ini sering juga dikenal dengan istilah kaki “O”. Tingkat keparahan kelainan ini juga bervariasi.

 

Sumber : http://www.soloblitz.co.id/2013/01/25/deteksi-dini-kelainan-kaki-pengkor/

 
Jangan Anggap Enteng Kanker Tulang
Wednesday, 08 April 2015 21:26
PDF Print E-mail

RS ORTOPEDI SOEHARSO SURAKARTA,

 

Solo — Hingga kini, penyakit kanker masih menjadi pembunuh tertinggi. Lalu bagaimana dengan kanker tulang? Meski jumlah kasusnya masih relatif kecil tetapi penyakit satu ini bukan berarti bisa dianggap enteng.

 

dr. Mujaddid Idulhaq, Sp.OT(K)

Di Indonesia kasus kanker tulang hanya sekitar 1-2 persen dibandingkan kanker jenis lain. “Untuk kanker tulang kasusnya memang tergolong kecil, tetapi kewaspadaan tetap harus dimiliki,” ujar dr Mujaddid Idulhaq SpOT (K), dokter RS Ortopedi Prof Dr Soeharso Solo,  baru-baru ini.

 

Rendahnya kewaspadaan terhadap penyakit ini terbukti dengan kondisi pasien yang sudah parah ketika berobat ke rumah sakit. Kebanyakan masyarakat, masih memiliki kecenderungan untuk pergi ke tukang urut atau alternatif lainnya jika menemukan benjolan. Padahal jika mendapatan penanganan cepat, tingkat kesembuhannya semakin tinggi.

 

“Rendahnya ekonomi masyarakat terkadang membawa penyakit kanker tulang ke tempat yang salah yaitu tukang urut atau sejenisnya,” tuturnya.

 
PENGUMUMAN
Monday, 07 December 2015 16:00
PDF Print E-mail

 

 
CPNS
Monday, 06 April 2015 14:19
PDF Print E-mail

Program Orientasi Pegawai Baru CPNS di Rumah Sakit Ortopedi Prof. Dr. R Soeharso Surakarta

 

Dalam rangka penerimaan pegawai baru CPNS, RS Ortopedi Prof. Dr. R Soeharso Surakarta melaksanakan program orientasi pegawai baru CPNS yang terdiri dari  Perawat (8), Rekam Medis (2), Farmasi (1), dan Apoteker (1) yang dilaksanakan selama 4 hari. Pada orientasi tersebut, materi diberikan mulai tanggal 30 Maret sampai 2 April 2015 di RS Ortopedi Prof. Dr. R Soeharso Surakarta. Selain pemberian materi selama 4 hari, para pegawai baru juga diberikan orientasi kerja selama 3 bulan. Untuk hari pertama dan kedua diisi materi secara umum, sedangkan dihari ketiga dan keempat diberikan materi khusus sesuai dengan bidang kerja masing-masing.

 
<< Start < Prev 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 Next > End >>

Page 41 of 66

PBAK & Gratifikasi

Polling

Pendapat Anda tentang pelayanan kesehatan di RSOS
 
Pendapat Anda tentang pelayanan petugas RSOS
 
Pendapat Anda tentang fasilitas dan sarana kesehatan di RSOS
 

RSO on Facebook

Visitors Counter

031194
TodayToday337
YeserdayYeserday1992
This WeekThis Week5623
This MonthThis Month31194
All DaysAll Days31194
108Dot162Dot219Dot150