Home
PELATIHAN TENIS MEJA BAGI PENYANDANG DISABILITAS
Monday, 10 September 2018 14:40
PDF Print E-mail

PROGRAM SMASH DOWN BARRIER BAGI DIFABEL DI RS. ORTOPEDI PROF.DR.R. SOEHARSO SURAKARTA

 

RS.Ortopedi Soeharso Surakarta,

 

Surakarta (10/09). Menyambut Asian Paragames 2018, RS. Ortopedi Prof.Dr.R. Soeharso Surakarta bekerjasama dengan Smash Down Barrier Indonesia, sebuah program turunan dari International Table Tennis Federation (ITTF) yang memiliki tujuan untuk menggunakan tenis meja sebagai alat untuk meningkatkan kualitas penyandang disabilitas, menyelenggarakan Sosialisasi dan Pelatihan Cabang Olahraga Tenis Meja bagi para penyandang disabilitas, Jumat, 7 September 2018 berlokasi di Gedung Administrasi Lantai 1.

 

 

 

 

RS. Ortopedi Prof.Dr.R. Soeharso Surakarta sebagai rujukan untuk berbagai kasus yang berpotensi pasiennya menjadi penyandang disabilitas, seperti amputasi anggota gerak, kelumpuhan lengan dari tangan karena cedera plexus brachialis, cedera tulang belakang termasuk leher yang menyebabkan kelumpuhan. Pasien yang menjadi penyandang disabilitas tidak jarang mengalami depresi dan mengisolasi diri dari lingkungannya. Program ini berguna untuk mempromosikan inklusi sosial yaitu upaya menempatkan martabat dan kemandirian individu sebagai modal utama untuk mencapai kualitas hidup yang ideal, mendorong agar seluruh elemen masyarakat mendapat perlakuan yang setara dan memperoleh kesempatan yang sama sebagai warga negara, terlepas dari perbedaan apapun.

 

Menanggapi program ini, Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan, dr. Bambang Wibowo, SpOG(K)  yang sedang berkunjung ke RS. Ortopedi Prof.Dr.R. Soeharso Surakarta dalam rangka meresmikan Ruang Rawat Inap VVIP Dahlia, memberikan apresiasi dan dukungan positif atas kerjasama ini. “Kita harus mendukung teman teman difabel untuk berprestasi di Asian Paragames 2018, mereka luar biasa”, tuturnya. RS. Ortopedi Prof.Dr.R. Soeharso Surakarta juga akan bertindak sebagai Konsultan untuk Sport Medicine dan Rehabilitasi Medik sebagaimana penjelasan Direktur Utama, Dr. dr. Pamudji Utomo, SpOT (K). Sebagai bentuk dukungan, Dirjen Yankes menyempatkan diri bermain tennis meja dengan salah seorang atlit difabel.

 

Kepala Pelatih Timnas Tenis Meja Difabel, Prima Febriyanto dalam press conference menjelaskan bahwa disabilitas bukanlah rintangan, dengan sosialiasi ini diharapkan individu penyandang disabilitas tersebut memiliki aktivitas fisik yang positif dan memiliki ketertarikan untuk menjadikan tenis meja sebagai kegiatan yang bermanfaat.
(Hukormas)

 

 

 

 

 

PBAK & Gratifikasi

Polling

Pendapat Anda tentang pelayanan kesehatan di RSOS
 
Pendapat Anda tentang pelayanan petugas RSOS
 
Pendapat Anda tentang fasilitas dan sarana kesehatan di RSOS
 

RSO on Facebook

Visitors Counter

257990
TodayToday359
YeserdayYeserday1386
This WeekThis Week359
This MonthThis Month23899
All DaysAll Days257990
162Dot158Dot78Dot168