Home
PENYULUHAN KESEHATAN RS
Thursday, 12 July 2018 15:57
PDF Print E-mail

PENANGANAN PSIKOLOGI TERKAIT PASIEN CTEV DIANGKAT DALAM PENYULUHAN KESEHATAN RS. ORTOPEDI PROF.DR.R. SOEHARSO SURAKARTA

 

RS.Ortopedi Soeharso Surakarta,

Surakarta (12/07). Setiap hari Kamis, Tim PKRS mengadakan penyuluhan rutin kepada penunggu pasien di Gedung Joglo RS.Ortopedi Prof. Dr.R.Soeharso Surakarta. Penyuluhan ini dilakukan rutin dan mengambil tema yang bervariatif setiap minggunya. Hari ini PKRS mengangkat tema Penanganan Psikologi pada Pasien CTEV dengan narasumber dari Psikologi, Agus Hariyatmo, S.Psi. Psi. dengan moderator Ika Sugiarti, S.Ag, M.Kes.

 

 

 

 

 

 

Pada kegiatan yang dilaksanakan mulai pukul 09.00-10.00 WIB ini, dibahas mengenai penyebab terjadinya Conginetal Talipes Equinus Varus (CTEV) atau yang biasa disebut Kaki Pengkor dan penanganannya. CTEV termasuk penyakit congenital dan tidak ada penyebab pasti. Namun, diketahui anak dengan kelainan kaki CTEV pada umumnya karena terjadi gangguan perkembangan kaki janin pada trimester pertama kehamilan. Hal ini bisa terjadi karena asupan nutrisi, infeksi dan gaya hidup yang dilakukan oleh ibu hamil. Kelainan ini akan sangat mempengaruhi faktor psikologis orang tua dan anak yang mengalami itu sendiri. Orangtua pasti akan mengalami rasa malu, bersalah, bahkan hingga melibatkan konflik dengan pasangan. Pada diri anak/penderita pasti akan kehilangan rasa percaya diri, mempengaruhi dunia sosialnya dan rentan akan gangguan emosional.

 

“Hal ini harus segera ditangani untuk meminimalisir tingkat stress yang dialami anak dan orangtua. Sesegera mungkin orangtua mengupayakan yang terbaik bagi anak, membawa ke dokter spesialis, menjalani program yang sudah ditentukan dan tentu saja berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Esa”, jelas Agus Hariyatmo, S.Psi, Psi. Dalam kegiatan ini juga dihadirkan testimoni orangtua dari pasien CTEV yang telah 3 tahun melakukan program terapi CTEV, yang mengungkapkan bahwa rasa takut, bingung, cemas dan kasihan pasti ada, namun dengan komitmen, kesabaran dan kekuatan mendorong orangtua untuk pantang menyerah dalam menghadapi kondisi putranya, karena kuatnya orangtua akan dicontoh oleh anaknya.

 

Kegiatan penyuluhan yang dihadiri sekitar 25 orang peserta ini memiliki tujuan agar keluarga pasien memahami penanganan psikologi untuk anggota keluarga yang memiliki kelainan CTEV. Saat penyuluhan para peserta juga diberi kesempatan untuk bertanya jawab langsung dengan narasumber.

 

(Hukormas)

 

PBAK & Gratifikasi

Polling

Pendapat Anda tentang pelayanan kesehatan di RSOS
 
Pendapat Anda tentang pelayanan petugas RSOS
 
Pendapat Anda tentang fasilitas dan sarana kesehatan di RSOS
 

RSO on Facebook

Visitors Counter

091512
TodayToday1753
YeserdayYeserday1640
This WeekThis Week9970
This MonthThis Month39996
All DaysAll Days91512
162Dot158Dot63Dot234