Home
SEMINAR, WORKSHOP & LIVE SURGERY BPI
Friday, 11 November 2016 15:32
PDF Print E-mail

SEMINAR, WORKSHOP DAN LIVE SURGERY BRACHIAL PLEXUS INJURY UNTUK PENANGANAN AWAL DI LINI PERTAMA FASILITAS KESEHATAN

 

RS. Ortopedi Soeharso Surakarta,

 

(Surakarta, 11/11). Kegiatan lanjutan dari Seminar dan Gathering Cedera Pleksus Brachialis oleh umum dalam rangkaian Hari Kesehatan Nasional ke-52 beberapa waktu yang lalu, RS. Ortopedi Prof.Dr.R. Soeharso Surakarta menyelenggarakan kembali Seminar, Workshop dan Live Surgery Brachial Plexus Injury, Comprehensive Diagnosis & Treatment selama 2 (dua) hari, Jumat-Sabtu, 11-12 November 2016. Bertempat di Ruang Auditorium lantai 3, acara ini dihadiri oleh Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi se-Jawa Tengah serta beberapa delegasi dari luar pulau Jawa seperti Makassar dan Bali.

 

 

Membuka acara, Ketua Panitia, dr. Tito Sumarwoto, SpOT (K) menyebutkan bahwa kasus Brachial Plexus Injury atau yang biasa disebut BPI merupakan kasus cedera tertinggi, sepanjang tahun 2016 RS. Ortopedi telah menangani sebanyak 134 orang pasien. Ketua PABOI Jawa Tengah, dr. Bintang, SpOT (K) juga melengkapi bahwa pada dasarnya BPI bukanlah merupakan sesuatu yang sulit dan dapat tertangani dengan baik apabila dari awal diagnosa sudah diketahui. Menurut Direktur Utama RS. Ortopedi Prof.Dr.R. Soeharso Surakarta, dr. Pamudji Utomo, SpOT (K), kegiatan ini merupakan salah satu dari 28 kegiatan ilmiah yang dilaksanakan oleh RS. Ortopedi yang bertujuan untuk memberikan edukasi kepada Dokter, baik Dokter Umum maupun Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi agar dapat mengetahui dan mengenali penanganan awal kasus BPI yang terjadi. Meresmikan acara, Dewan Pengawas RS. Ortopedi Prof.Dr.R. Soeharso Surakarta membunyikan gong didampingi jajaran Direksi dan stakeholder, menyampaikan bahwa acara ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan wawasan dalam dunia kesehatan sehingga dapat menjadi motivasi khususnya bagi penanganan kasus yang sudah terdeteksi namun belum tertangani dengan baik.

 

Memberikan informasi di tempat terpisah, penanggungjawab acara, dr. Khrisnanto Nugroho, menyebutkan bahwa kasus BPI perlu mendapatkan treatment yang komprehensif, sebab selama ini yang terjadi adalah kasus tersebut belum tertangani khususnya di lini pertama fasilitas kesehatan. Inilah tujuan diselenggarakannya acara ini, bagaimana penatalaksanaan kasus BPI sehingga dapat ditangani oleh Dokter Spesialis Ortopedi & Traumatologi pada saat diagnosa awal. Mendukung kegiatan, panitia menghadirkan 8 (delapan) orang narasumber dalam paparan seminar dan cadaver sebagai media live surgery yang akan dilaksanakan pada Sabtu (12/11) di Ruang Skill Lab. “Cadaver tersebut kita bekerjasama dengan forensik RSUD Dr. Moewardi Surakarta dan penanganannya hanya sebatas identifikasi tidak sampai pada repair”, jelasnya dalam wawancara eksklusif.

 

(Hukormas)

 

PBAK & Gratifikasi

Polling

Pendapat Anda tentang pelayanan kesehatan di RSOS
 
Pendapat Anda tentang pelayanan petugas RSOS
 
Pendapat Anda tentang fasilitas dan sarana kesehatan di RSOS
 

RSO on Facebook

Visitors Counter

102357
TodayToday159
YeserdayYeserday1191
This WeekThis Week7102
This MonthThis Month21484
All DaysAll Days1023579
108Dot162Dot219Dot102