Home
SEMINAR & GATHERING BPI
Saturday, 05 November 2016 12:50
PDF Print E-mail

MEMBAHAS TUNTAS CEDERA PLEKSUS BRACHIALIS & SISTEM RUJUKANNYA di RS. ORTOPEDI PROF.DR.R. SOEHARSO SURAKARTA

 

RS. Ortopedi Soeharso Surakarta,

 

(Surakarta, 5/11). Memperingati Hari Kesehatan Nasional ke-52, RS. Ortopedi Prof.Dr.R. Soeharso Surakarta menyelenggarakan Seminar dan Gathering dengan mengambil tema “Cedera Pleksus Brakhialis dan Sistem Rujukan di RS. Ortopedi Prof.Dr.R. Soeharso Surakarta” pada Sabtu, 5 November 2016. Bertempat di Ruang Auditorium lantai 3, acara ini dihadiri oleh BPJS Kesehatan, PPK 1, PPK 2, Dokter Umum se-Karisidenan Surakarta serta pasien BPI (Brachial Plexus Injury). Membuka dan meresmikan acara, Direktur Utama, dr. Pamudji Utomo, SpOT (K) dalam sambutannya menyampaikan bahwa kasus cedera pleksus brakhialis atau yang secara medis lebih dikenal dengan kasus BPI, sangat banyak terjadi khususnya di RS. Ortopedi Prof.Dr.R. Soeharso Surakarta di tahun 2015-2016 ini. Ahli yang menangani kasus ini tidaklah sebanyak kasus yang dihadapi, di Indonesia tidak lebih dari 10 ahli, sehingga inilah kesempatan bagi RS. Ortopedi Prof.Dr.R. Soeharso Surakarta selaku PPK 3 untuk sekaligus melakukan pembinaan kepada PPK 1 dan PPK 2 terkait dalam hal rujukan dan cara penanganan kasus tersebut.

 

 

 

Selaku Ketua Panitia dan Narasumber, dr. Tito Sumarwoto, SpOT (K) mengungkapkan bahwa BPI adalah cedera saraf yang terjadi pada anggota gerak atas. Kasusnya sangat banyak, namun masih belum tertangani dengan baik. Penyebab utama kasus ini adalah kecelakaan lalu lintas, jatuh dari ketinggian, disusul kemudian cacat lahir karena penanganan partus/kelahiran yang tidak benar serta terjadinya perang, khususnya Perang Dunia 1 dan 2 yang pada akhirnya menghasilkan cara penanganan kasus itu sendiri dengan istilah tendon transfer. Menyambung narasumber pertama, dr. Harri Haryana, SpKFR, Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi RS. Ortopedi Soeharso Surakarta mengemukakan Rehabilitasi Medik pada pasien Cedera Pleksus Brakhialis dan dr. Dodi Nawan selaku perwakilan BPJS Kesehatan KCU Surakarta menyampaikan Penataan Rujukan Berjenjang Pelayanan Kesehatan Berbasis Kompetensi Bagi Peserta JKN. Sesi Tanya jawab dimoderatori oleh dr. Jamilatun Rosidah.

 

Diagendakan dalam acara ini adalah sharing pengalaman dan testimoni pasien BPI selama ditangani di RS. Ortopedi Prof.Dr.R. Soeharso Surakarta, yang diwakili oleh Ryo Andri Pradhana, Mahasiswa dari Kediri dan Susanto, pegawai swasta dari Kendal. Bagi pasien BPI, 50% pendukung kesembuhan adalah semangat untuk sembuh itu sendiri. Harapan kedepan, semoga dengan diselenggarakannya acara ini dapat memberikan arahan bagaimana penanganan kasus BPI atau Cedera Pleksus Brakhialis di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama.

 

(Hukormas)

 

Polling

Pendapat Anda tentang pelayanan kesehatan di RSOS
 
Pendapat Anda tentang pelayanan petugas RSOS
 
Pendapat Anda tentang fasilitas dan sarana kesehatan di RSOS
 

Visitors Counter

963520
TodayToday49
YeserdayYeserday757
This WeekThis Week49
This MonthThis Month26168
All DaysAll Days963520
54Dot162Dot47Dot106

RSO on Facebook