Home Artikel Tak Perlu Buru-buru Operasi; Endoscopyc Spine Jadi Alternatif
Tak Perlu Buru-buru Operasi; Endoscopyc Spine Jadi Alternatif
Tuesday, 07 July 2015 14:40
PDF Print E-mail

Tak Perlu Buru-buru Operasi; Endoscopyc Spine Jadi Alternatif

 

 

RS.Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta,

 

 

D

unia kedokteran di dunia, termasuk Indonesia swmakin lama semakin maju. Sejumlah inovasi lahir guna mempermudah melakukan tindakan terhadap pasien. Salah satunya metode endoskopi. Yakni pemeriksaan rongga tubuh mengguanakan Endoskop untuk mendiaknosis atau menyembuhkan penyakit tertentu.

Teknik ini menggunakan serat optik dan teknologi video, sehingga seluruh bagian tubuh bisa dilihat dari segi struktur. Dulunya, dokter melakukan penyembuhan langsung lewat operasi. Namun, saat ini diagnosis lebih memilih menggunakan endoskopi karena dirasa lebih cepat dan aman.

 

Kita mengenal beberapa macam endoskopi diantaranya artroskropi digunakan untuk melihat sambungan tulang (sendi), bronkoskopi untuk melihat jalur nafas dan paru-paru, sitoskop untuk melihat kantung kemih, dan laparoskop yakni untuk melihat secara langsung ovarium, usus buntu dan organ abdominal lainnya. Alat-alat itu biasanya dimasukkan lewat vagina atau mulut karena digunakan melalui organ yang berongga. Namun, saat ini juga sudah ada inovasi di bidang dunia medis melalui endoscopy spine. Apa itu endoscopy spine ? Dokter spesialis RS Ortopedi Prof R Soeharso, dr R Andhi Prijosedjati Sp OT (K) mengatakan endoscopy spine bisa diartikan sebagai tindakan untuk melakukan pembebasan akibat adanya penekanan pada syaraf. Dimana, dokter bakal membuat irisan minimal di permukaan tubuh pasien.

 

 

“Kita mengenai endoskopi yang dimasukkan ke tubuh lewat vagina dan mulut. Tapi khusus endoscopy spine ini, kami membuat sayatan yang kecil dan memasukkan endoskop ke dalam tubuh pasien,” katanya kepada Joglosemar, kemarin. Terkait dengan sayatan untuk tempat masuk alatnya, dirinya mengatakan hanya membuat irisan antara 2-2,5 cm di tempat yang diketahui terdapat masalah. Dalam tidakan itu, hanya memerlukan dua orang, yaitu satu sebagai operator alat dan satunya bertugas untuk melakukan penyedotan tubuh pasien. Alat tersebut terdiri dari, kamera dan lampu memberikan penerangan saat melewati bagian tubuh pasien. Meskipun alatnya sangat kecil, namun proses ini justru memiliki resiko yang lebih minim dibandingkan operasi atau pembedahan yang biasa dilakukan. Kenapa bisa minim ? Andhi menjelaskan, endoskopi jenis itu mampu mendeteksi hal-hal yang diperkirakan mampu memperburuk keadaan pasien.

 

 

 

Jika dirasa ada hal-hal yang berbahaya alat itu akan kami angkat. Jika dirasa sudah siap, maka bisa diteruskan. Inilah yang megakibatkan minimnya resiko yang nantinya dialami pasien,” ujarnya.

 

 

Selain itu menggunakan endoscopy spine juga memiliki keunggulan lain. Yakni mampu mencapai daerah-daerah yang sulit dijangkau. Hal ini didukung dengan kecilnya alat yang dimasukkan kedalam tubuh pasien. Pelaksanaan tindakan dengan endoscopy spine menurutnya lebih cepat dibandingkan dengan operasi biasa. Yakni sekitar satu hingga dua jam. Hanya saja, saat ini masih mengalami kendala dari sisi pembiayaan. Pasalnya, masih biaya untuk melakukan proses itu sangat mahal. “Bahkan, semakin cepat, maka biayanya semakin mahal. Inilah yang membuat kami hanya menggunakannya untuk penyakit-penyakit tertentu,” katanya.

 

 

Sementara ini, RS Ortopedi Prof Dr. R Soeharso baru menggunakannya untuk penyakit Hernia Nucleus Puplosus (HNP) dan lumbul stenosis. Bagi orang, HNP lebih dikenal dengan nama syaraf kejepit yakni proses degeneratif yang terjadi pada bentuk anatomi tubuh manusia. Hal ini diperlihatkan dengan munculnya penonjolan inti dari diskus yang menjadi bantalan tulang belakang sehingga penonjolan yang meneka syaraf. Biasanya, pasien bakal merasakan nyeri, kesemutan, sakit di bagian punggung, dan betis. Biasanya, penyakit ini diderita oleh orang berusia 20-40 tahun.

 

 

 

Sedangkan lumbul stenosis bisa diartikan sebagai proses degenaratif dari tulang belakang di mana, mempengaruhi punggung bawah di mana kanal tulang belakang menyempit dan menekan tulang belakang dan syaraf. Penekanan ini bersifat global dan diderita oleh orang yang berusia 50 tahun ke atas. Ciri-ciri orang yang mengidap kelainan ini antara lain perasaan nyeri saat berjalan 30 meter. Biasanya penderita akan lebih banyak berhenti untuk mengurangi rasa nyeri.

 

 

Kedua penyakit tersebu, lanjut dia, bisa menggunakan endoscopy spine. Hanya saja, dengan kondisi penyakitnya sudah sangat parah, prosedur ini tidak bisa dilakukan. Melainkan, pasien harus menjalani operasi pembedahan seperti biasa.

 

 

Disinggung mengenai penggunaan metode yang sama terhadap penyaki lain, Andhi mengaku masih melakukan analisa. Pasalnya, tidak sembarang dokter bisa mengoperasikan alat tersebut. Selain itu, biaya ensodcopy spine juga sangat mahal dan dapat membebani pasien. “Sementara ini ya hanya dua penyakit itu yang bisa menjalani endoscopy spine,” tegasnya.

 

BUTUH PELATIHAN KHUSUS

 

Metode endoscopy spine tidak bisa dilakukan oleh sembarang dokter. Pasalnya, peralatan medis tersebut memiliki karakter dan penggunaan yang jauh berbeda dengan alat lain. Biasanya, yang bisa menggunakannya adalah dokter spesialis dengan sub spesialisasinya. “Dokter spesialis harus mengikuti pelatihan mengenai tata laksana endoskopi. Prijosedjati, SpOT(K).  Pendidikan memerlukan waktu sekitar satu tahun,” kata dokter spesialis Ortopedi RS Ortopedi Dr. Prof. R Soeharso, dr. R Andhi. Ke depan, pihaknya memperkirakan makin banyak dokter yang mampu mengoperasikan karena semakin banyak pula penyakit yang bisa diobati melalui proses itu, termasuk di RS Ortopedi Prof R Dr Soeharso Surakarta. (Disadur dari Harian Joglosemar)

 

 

 

 

 

 

 

 

PBAK & Gratifikasi

Polling

Pendapat Anda tentang pelayanan kesehatan di RSOS
 
Pendapat Anda tentang pelayanan petugas RSOS
 
Pendapat Anda tentang fasilitas dan sarana kesehatan di RSOS
 

RSO on Facebook

Visitors Counter

110778
TodayToday69
YeserdayYeserday801
This WeekThis Week5594
This MonthThis Month24459
All DaysAll Days1107789
162Dot158Dot63Dot138