Home Artikel Pikun Tak Mengenal Usia
Pikun Tak Mengenal Usia
Friday, 03 July 2015 09:06
PDF Print E-mail

Pikun Tak Mengenal Usia

 

RS. Ortopedi Soeharso Surakarta,

 

 

BAGI masyarakat awam, pikun bisa diartikan penyakit lupa dan cenderung mengarah pada usia yang sudah lanjut. Namun, pada dasarnya

pikun tidak selalu identik dengan usia tua. Dokter Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Ortopedi Prof Dr R Soeharso, dr. Niluh Tantri Fitriyanti, Sp PD menyatakan, pikun dalam bahasa medis disebut dementia merupakan istilah medis yang digunakan untuk menggambarkan sekelompok gejala yang terdiri dari kehilangan ingatan, gangguan penilaian, disorientasi dan perubahan tingkah laku yang cukup akut hingga mengakibatkan kehilangan fungsi.

 

 

Penyakit itu muncul lantaran menurunnya sel syaraf. “Kalau kuku masa tumbuhnya sekitar satu minggu. Begitu juga dengan syaraf yang rata-rata berumur 60 tahun. Namun, ada juga kasus yang kejadiannya di bawah usia 60 tahun,” katanya kepada Joglosemar.

 

 

Jika terjadi kerusakan, lanjut dia, maka efek jangka pendeknya adalah lupa. Nah, salah satu ciri penyakit dementia salah satunya Behavioral and Psychological Symptoms of Dementia (BPSD), yakni gejala gejala gangguan persepsi, proses pikir, suasana perasaan dan perilaku yang sering terjadi pada pasien dementia.

 

 

Ada dua jenis dementia yang biasanya diidap oleh masyarakat. Yakni alzheimer dan dementia multi infark. Di mana, alzheimer merupakan jenis dementia paling umum yang awalnya ditandai oleh melemahnya daya ingat, hingga gangguan otak dalam melakukan perencanaan, penalaran, persepsi, dan berbahasa. Pada penderita Alzheimer, gejala berkembang secara perlahan-lahan seiring waktu.

 

 

Sementara itu, demensia multi infark itu disebabkan lantaran arteri yang mengalirkan makanan pada otak terjadi sumbatan separuh sehingga darah dan oksigen tidak sepenuhnya bisa dialirkan ke otak. Akibat kejadian itu, penderita bakal mengalami stroke ringan. Berdasarkan hal itu, risiko bagi penderita hipertensi, diabetes melitus, dan gangguan berat badan menjadi faktor pendorong terjadinya dementia.

(Disadur dari Harian Joglosemar)

 

PBAK & Gratifikasi

Polling

Pendapat Anda tentang pelayanan kesehatan di RSOS
 
Pendapat Anda tentang pelayanan petugas RSOS
 
Pendapat Anda tentang fasilitas dan sarana kesehatan di RSOS
 

RSO on Facebook

Visitors Counter

102585
TodayToday360
YeserdayYeserday777
This WeekThis Week1137
This MonthThis Month23755
All DaysAll Days1025850
162Dot158Dot62Dot137