Home Artikel Kesehatan
Artikel Kesehatan
Anak Autis Alergi Terigu dan Susu Sapi
Tuesday, 07 July 2015 14:19
PDF Print E-mail

Anak Autis Alergi Terigu dan Susu Sapi

 

 

RS. Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta,

 

 


 

Setiap mendengar kata Anak Autis, sebagian besar langsung meng-judge sebagai anak yang memiliki keterbelakangan mental. Anggapan tersebut tidak semuanya salah, namun ada yang harus diluruskan. Autis pada dasarnya adalah sebuah gangguan syaraf yang kompleks dan ditandai dengan kesulitan dalam hal berkomunikasi dengan orang lain

 

 

Psikolog RS Ortopedi Prof Dr R Soeharso Surakarta, Dra. Dian Kristiawati, Msi, Psi mengungkapkan, anak autis yang tidak bisa berkomunikasi dengan orang lain tidak selalu bodoh.Pasalnya, anak autis yang memiliki inteligence qoutient (IQ) yang rendah, namun ada juga yang sangat tinggi bahkan melebihi manusia pada umumnya. “Autis tidak bisa langsung disebut idiot atau bodoh. Karena memang banyak kasus yang menunjukan jika autis yang sangat pandai juga banyak. Hanya saja, bedanya padapola komunikasinya saja. Komunikasi anak autis berbeda dengan anak-anak pada umunya, “ Katanya kemarin.

 

 
Berlubang Besar, Gigi Tak Harus Selalu Dicabut
Monday, 06 July 2015 09:54
PDF Print E-mail

Berlubang Besar, Gigi Tak Harus Selalu Dicabut

 


RS. Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta,

 

 

Karies gigi atau sering disebut dengan istilah gigi berlubang termasuk salah satu masalah yang sering ditemui dalam kehidupan. Bahkan hampir sebagian besar dari kita memiliki masalah dengan gigi berlubang.

 

 

Ada sebagian dari masyarakat yang telah memiliki kesadaran terkait masalah gigi, sehingga saat memiliki gigi berlubang segera membawanya ke dokter gigi. Namun ada juga yang membiarkan giginya yang masih berlubang kecil, tanpa melakukan perawatan karena belum menimbulkan rasa sakit. Dan karena dibiarkan terus tanpa penanganan yang benar, gigi berlubang tersebut menjadi besar dan menimbulkan rasa yang sangat sakit. Namun meski sudah dalam kondisi parah, seperti itu ada yang tetap membiarkannya dengan alasan takut cabut  gigi atau bahkan karena alasan biaya.

 

 
Pikun Tak Mengenal Usia
Friday, 03 July 2015 09:06
PDF Print E-mail

Pikun Tak Mengenal Usia

 

RS. Ortopedi Soeharso Surakarta,

 

 

BAGI masyarakat awam, pikun bisa diartikan penyakit lupa dan cenderung mengarah pada usia yang sudah lanjut. Namun, pada dasarnya

pikun tidak selalu identik dengan usia tua. Dokter Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Ortopedi Prof Dr R Soeharso, dr. Niluh Tantri Fitriyanti, Sp PD menyatakan, pikun dalam bahasa medis disebut dementia merupakan istilah medis yang digunakan untuk menggambarkan sekelompok gejala yang terdiri dari kehilangan ingatan, gangguan penilaian, disorientasi dan perubahan tingkah laku yang cukup akut hingga mengakibatkan kehilangan fungsi.

 

 

Penyakit itu muncul lantaran menurunnya sel syaraf. “Kalau kuku masa tumbuhnya sekitar satu minggu. Begitu juga dengan syaraf yang rata-rata berumur 60 tahun. Namun, ada juga kasus yang kejadiannya di bawah usia 60 tahun,” katanya kepada Joglosemar.

 

 

Jika terjadi kerusakan, lanjut dia, maka efek jangka pendeknya adalah lupa. Nah, salah satu ciri penyakit dementia salah satunya Behavioral and Psychological Symptoms of Dementia (BPSD), yakni gejala gejala gangguan persepsi, proses pikir, suasana perasaan dan perilaku yang sering terjadi pada pasien dementia.

 

 

Ada dua jenis dementia yang biasanya diidap oleh masyarakat. Yakni alzheimer dan dementia multi infark. Di mana, alzheimer merupakan jenis dementia paling umum yang awalnya ditandai oleh melemahnya daya ingat, hingga gangguan otak dalam melakukan perencanaan, penalaran, persepsi, dan berbahasa. Pada penderita Alzheimer, gejala berkembang secara perlahan-lahan seiring waktu.

 

 

Sementara itu, demensia multi infark itu disebabkan lantaran arteri yang mengalirkan makanan pada otak terjadi sumbatan separuh sehingga darah dan oksigen tidak sepenuhnya bisa dialirkan ke otak. Akibat kejadian itu, penderita bakal mengalami stroke ringan. Berdasarkan hal itu, risiko bagi penderita hipertensi, diabetes melitus, dan gangguan berat badan menjadi faktor pendorong terjadinya dementia.

(Disadur dari Harian Joglosemar)

 
Tujuan Tes IQ Telah Bergeser
Wednesday, 27 May 2015 15:22
PDF Print E-mail

TUJUAN TES IQ TELAH BERGESER

 

 

RS ORTOPEDI SOEHARSO SURAKARTA,


Tes intelegensia atau lebih dikenal dengan Intelegent Quotient (IQ), kini begitu populer. Tes tersebut semula bertujuan untuk mengetahui kecerdasan dan kematangan otak masing-masing anak. Namun dalam perkembangannya, telah terjadi pergeseran tujuan tes IQ. Salah satu contohnya, ada sekolah favorit yang mensyaratkan hasil IQ dalam penerimaan siswa baru.

Psikolog RS. Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta, Dra. Dian Kristyawati, M.Si, Psi melihat, memang telah terjadi pergeseran tujuan tes IQ. Di sekolah, tes tersebut lebih cenderung menyingkirkan anak yang nilai tes intelegensinya di bawah standar. Yang menyedihkan lagi, ada sebagian orang tua yang memaksakan anaknya untuk sekolah. Padahal menurut dia, belajar anak itu memiliki waktu tersendiri.

 

 
Jangan Biarkan Sendi Terdiam Terlalu Lama
Wednesday, 08 April 2015 23:43
PDF Print E-mail

dr. Tangkas Sibarani, Sp.OT(K)

RS. Ortopedi Soeharso Surakarta,

 

Tulang sendi merupakan salah satu motor penggerak tulang-tulang tubuh paling penting. Jika sedikit ada masalah pada sendi-sendi di tubuh kita, tak pelak pasti merasa mobilitas terganggu. Kejadian tersebut seperti yang dialami Taufiq (26). Ia merasakan tulang punggungnya terasa kaku karena kebanyakan tiduran. Itu berarti sendi-sendi di tulang belakangnya mengalami kekakuan karena lama tidak digerakkan. Pasalnya, fungsi utama dari sendi adalah untuk bergerak. Maka jika tidak digerakkan dalam beberapa waktu, tentunya secara otomatis sendi menjadi sedikit kaku. Hal yang sama dialami Waluyo (50), di mana lututnya mulai sulit dan sedikit terasa nyeri jika berjalan, setelah beberapa saat tidak beraktivitas. Kasus yang terjadi pada Waluyo mungkin saja terjadi karena sendi pada lututnya mengalami degenerasi.

 
<< Start < Prev 1 2 3 4 Next > End >>

Page 2 of 4

PBAK & Gratifikasi

Polling

Pendapat Anda tentang pelayanan kesehatan di RSOS
 
Pendapat Anda tentang pelayanan petugas RSOS
 
Pendapat Anda tentang fasilitas dan sarana kesehatan di RSOS
 

RSO on Facebook

Visitors Counter

110779
TodayToday75
YeserdayYeserday801
This WeekThis Week5600
This MonthThis Month24465
All DaysAll Days1107795
162Dot158Dot63Dot138