Home Artikel Kesehatan
Artikel Kesehatan
Deteksi Dini Kelainan Kaki Pengkor
Wednesday, 08 April 2015 23:21
PDF Print E-mail

Deteksi Dini Kelainan Kaki Pengkor

 

RS ORTOPEDI SOEHARSO SURAKARTA,

 


KELAINAN  bawaan sejak lahir memang tidak bisa dihindari. Namun begitu dengan penanganan serius sedini mungkin bukan tidak mungkin kesembuhan bisa didapat. Salah satu kelainan yang sering dialami bayi baru lahir adalah Congenital Talipes Equino Varus (CTEV) atau kaki pengkor.

 

dr. Anung B Satriadi, Sp.OT(K)

Kasus kelainan yang satu ini tergolong cukup besar. “Tiap pekan kami tangani sekitar 10 kasus,” ujar Anung Budi Satriadi dr.SpOT (K), dokter Rumah Sakit Ortopedi Prof Dr Soeharso.

 

Meski begitu orangtua yang menemukan kasus ini jangan langsung panik. Pasalnya, secepat mungkin mendapatkan penanganan maka kaki bayi bisa kembali normal. Penyakit bawaan ini relatif mudah dideteksi hanya dengan mata telanjang. Pasalnya, secara visual, bayi yang mengalami kelainan ini pergelangan kakinya mengalami rotasi. Kelainan ini sering juga dikenal dengan istilah kaki “O”. Tingkat keparahan kelainan ini juga bervariasi.

 

KELAINAN  bawaan sejak lahir memang tidak bisa dihindari. Namun begitu dengan penanganan serius sedini mungkin bukan tidak mungkin kesembuhan bisa didapat. Salah satu kelainan yang sering dialami bayi baru lahir adalah Congenital Talipes Equino Varus (CTEV) atau kaki pengkor.

 

Kasus kelainan yang satu ini tergolong cukup besar. “Tiap pekan kami tangani sekitar 10 kasus,” ujar Anung Budi Satriadi dr.SpOT (K), dokter Rumah Sakit Ortopedi Prof Dr Soeharso.

 

Meski begitu orangtua yang menemukan kasus ini jangan langsung panik. Pasalnya, secepat mungkin mendapatkan penanganan maka kaki bayi bisa kembali normal. Penyakit bawaan ini relatif mudah dideteksi hanya dengan mata telanjang. Pasalnya, secara visual, bayi yang mengalami kelainan ini pergelangan kakinya mengalami rotasi. Kelainan ini sering juga dikenal dengan istilah kaki “O”. Tingkat keparahan kelainan ini juga bervariasi.

 

Sumber : http://www.soloblitz.co.id/2013/01/25/deteksi-dini-kelainan-kaki-pengkor/

 
Jangan Anggap Enteng Kanker Tulang
Wednesday, 08 April 2015 21:26
PDF Print E-mail

RS ORTOPEDI SOEHARSO SURAKARTA,

 

Solo — Hingga kini, penyakit kanker masih menjadi pembunuh tertinggi. Lalu bagaimana dengan kanker tulang? Meski jumlah kasusnya masih relatif kecil tetapi penyakit satu ini bukan berarti bisa dianggap enteng.

 

dr. Mujaddid Idulhaq, Sp.OT(K)

Di Indonesia kasus kanker tulang hanya sekitar 1-2 persen dibandingkan kanker jenis lain. “Untuk kanker tulang kasusnya memang tergolong kecil, tetapi kewaspadaan tetap harus dimiliki,” ujar dr Mujaddid Idulhaq SpOT (K), dokter RS Ortopedi Prof Dr Soeharso Solo,  baru-baru ini.

 

Rendahnya kewaspadaan terhadap penyakit ini terbukti dengan kondisi pasien yang sudah parah ketika berobat ke rumah sakit. Kebanyakan masyarakat, masih memiliki kecenderungan untuk pergi ke tukang urut atau alternatif lainnya jika menemukan benjolan. Padahal jika mendapatan penanganan cepat, tingkat kesembuhannya semakin tinggi.

 

“Rendahnya ekonomi masyarakat terkadang membawa penyakit kanker tulang ke tempat yang salah yaitu tukang urut atau sejenisnya,” tuturnya.

 
Seminar Awam Healthy Aging
Wednesday, 01 April 2015 10:38
PDF Print E-mail

Rumah Sakit Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta Mengadakan Seminar Awam “Healthy Aging Untuk Para Lansia

 


Jumat, 27 Maret 2015 Rumah Sakit Ortopedi Prof. Dr. R Soeharso Surakarta mengadakan seminar awam yang ditujukan bagi masyarakat umum yang berusia lanjut khususnya pasien fisioterapi Rumah Sakit Ortopedi. Seminar ini diadakan di Joglo Rumah Sakit Ortopedi Prof. Dr. R Soeharso Surakarta, dimulai dari pukul 08.00 sampai pukul 12.00 WIB. Dalam seminar tersebut mendatangkan 3 narasumber, yaitu dr. Retno Setianing, SpKFR, dr. Niluh Tantri Fitriyanti, SpPD dan Dra. Dian Kristyawati, MSi.

 

 

 

 

 
BERHENTI MEROKOK YUK!
Monday, 05 August 2013 08:34
PDF Print E-mail

RAMADHAN SAAT YANG TEPAT UNTUK MULAI BERHENTI MEROKOK

 

RS. Ortopedi Soeharso Surakarta,

Saat ini kita sudah hampir meninggalkan bulan Ramadhan penuh berkah dimana umat Islam selama sebulan penuh menjalani latihan fisik dan mental dengan berpantang makan dan minum serta menahan hawa nafsu guna meningkatkan keimanan serta meraih perubahan perilaku yang lebih baik lagi. Dalam hal ini berlaku pula bagi para perokok. Para perokok yang berpuasa secara otomatis akan berhenti merokok sejak sahur sampai berbuka puasa. Dalam memanfaatkan momentum ini, Kementerian Kesehatan RI menganjurkan kepada masyarakat luas agar dapat berhenti merokok sepenuhnya.

 

 
Awas Kanker Tulang!
Thursday, 21 March 2013 11:27
PDF Print E-mail

WASPADAI SETIAP BENJOLAN

Awas Kanker Tulang...Tulang Mudah Patah Tanpa Sebab!

(dr. Mujaddid Idulhaq, SpOT)

 

Pemeriksaan Pasien Kanker TulangPenyakit kanker merupakan momok bagi siapa pun. Tidak terkecuali kanker tulang yang mungkin tidak terlalu akrab dengan masyarakat. Pasalnya, dibandingkan dengan jenis kanker lainnya, angka kejadian pasien kanker tulang tidak sebanyak kanker lainnya. Akan tetapi, penyakit satu ini harus tetap diwaspadai karena fakta menunjukkan kebanyakan pasien datang ke dokter setelah kanker yang dideritanya sudah berada pada stadium lanjut.

 

 
<< Start < Prev 1 2 3 4 Next > End >>

Page 3 of 4

Polling

Pendapat Anda tentang pelayanan kesehatan di RSOS
 
Pendapat Anda tentang pelayanan petugas RSOS
 
Pendapat Anda tentang fasilitas dan sarana kesehatan di RSOS
 

Visitors Counter

963522
TodayToday51
YeserdayYeserday757
This WeekThis Week51
This MonthThis Month26170
All DaysAll Days963522
54Dot162Dot47Dot106

RSO on Facebook